Mengenal penyedia infrastruktur EV di Indonesia

Mengenal Penyedia Infrastruktur EV di Indonesia: Casion, Transisi, dan Voltron

Tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Belum lama ini, Deloitte Indonesia dan Foundry melaporkan bahwa jumlah pengguna sepeda motor listrik di Indonesia telah naik 15 kali lipat dalam dua tahun.

Laporan tersebut juga menyoroti sejumlah faktor yang menghambat laju pertumbuhan kendaraan listrik, utamanya terkait penyebaran infrastruktur yang dinilai masih kurang memadai.

Berdasarkan keterangan dari Indonesia.go.id, per Juli lalu sudah ada lebih dari 1.000 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), 6.700 unit Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU), dan 616 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh tanah air.

Angka-angka tersebut dipastikan bakal terus bertambah ke depannya, dan kabar baiknya, PLN tidaklah sendirian dalam mengerjakan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Saat ini ada cukup banyak perusahaan yang berpartisipasi langsung dalam pengembangan infrastruktur electric vehicle (EV) di tanah air. Di artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh mengenai tiga penyedia infrastruktur EV di Indonesia, yakni Casion, Transisi, dan Voltron.

Casion

Didirikan pada tahun 2022, Casion merupakan startup penyedia layanan pengisian baterai kendaraan listrik. Perusahaan ini mulai mengoperasikan layanannya pada November 2022, dan sejauh ini layanannya sudah tersebar di lebih dari 30 titik lokasi di Jabodetabek.

Belum lama ini, tepatnya pada bulan Agustus 2023, Casion meluncurkan aplikasi ponsel sebagai upaya monetisasi layanannya. Selama ini, Casion memang tidak memungut biaya dari konsumennya. Namun dengan adanya aplikasi baru tersebut, para pengguna mobil mobil listrik yang hendak mengisi daya di SPKLU Casion akan dikenakan biaya sebesar Rp15.000 per 15 menit.

Casion sejauh ini telah berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai mitranya, sebut saja Ciputra Group, MNC Group, dan Porsche Indonesia.

Dalam waktu dekat, Casion berniat membangun 300 SPKLU di Jabodetabek. Sementara untuk jangka panjangnya, Casion menargetkan agar bisa mengoperasikan 10.000 SPKLU pada tahun 2025 nanti.

Transisi

PT Transisi Enjiniring Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama Transisi, adalah startup penyedia sistem manajemen stasiun pengisian. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2021, setelah sebelumnya menerima hibah sebesar 150.000 euro dari Kementerian Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Jerman.

Transisi menyediakan aplikasi dashboard yang komprehensif untuk membantu operator dalam mengelola stasiun pengisian kendaraan listrik umum. Dengan memanfaatkan satu software terpusat, pemantauan beberapa titik pengisian sekaligus dapat dilakukan dengan mudah.

Target konsumen Transisi sebagian besar adalah operator armada transportasi umum, seperti contohnya Transjakarta. Dengan layanan yang disediakan Transisi, perusahaan sejatinya tidak perlu dipusingkan dengan berbagai tantangan yang muncul dalam mengoperasikan suatu stasiun pengisian untuk armada kendaraan listriknya.

Voltron

Sebelumnya bernama EVCuzz, Voltron adalah perusahaan operator SPKLU yang telah mendapat lisensi resmi dari pemerintah Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada pertengahan 2021, Voltron sejauh ini sudah memiliki lebih dari 150 SPKLU, yang semuanya diklaim memiliki tingkat penggunaan cukup tinggi.

Tahun ini, jumlah SPKLU Voltron diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai angka 500 lokasi. Tahun 2024, Voltron menargetkan penambahan SPKLU hingga sebanyak 2.000 lokasi, lalu 3.500 lokasi pada tahun 2025, dan 10.000 lokasi pada tahun 2026.

Voltron memproduksi mesin pengisian mereka secara lokal di pabrik mereka sendiri di wilayah Cikarang, Jawa Barat, dan saat ini juga sedang dalam tahap pengurusan sertifikasi TKDN. Voltron memproduksi outlet dengan berbagai kapasitas, mulai dari AC 22 kW sampai DC 350 kW.

Gambar header: Unsplash.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *